/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Puisi Tentang Kesedihan - Kekecewaan

Bagi seseorang yang memiliki kreatifitas seni yang tinggi, Puisi bisa dikatakan seni untuk mengespresikan diri. Ketika seseorang mengalami emosi tertentu seperti perasaan bahagia, senang, sedih, pilu, dan lain sebagainya , orang yang mempunyai jiwa seni maka akan menuangkannya dalam bentuk seni, sehingga orang-orang dengan tipe seperti ini akan terus produktif apapun emosi yang sedang dirasakannya. Hal ini merupakan keuntungan bagi mereka yang mempunyai selera seni, akan lain halnya jika rasa sedih menimpa orang awam, mungkin saja dia akan menuangkan perasaan sedihnya itu dalam bentuk yang lain. 

Dibawah ini adalah contoh puisi tentang kesedihan emosi yang dikirim oleh salah satu pembaca setia BlogMamen yang mana dia mencurahkan kesedihannya yakni kekecewaanya terhadap orang-orang yang menyelewengkan ajaran agama, dengan menulis puisi. Tidak ada salahnya jika teman-teman diluar sana juga yang katakanlah jarang mengekpresikan diri melalui puisi untuk sekali-kali menulis puisi jika emosi tertentu sedang kita alami. Hal tersebut memiliki banyak keuntungan karena akan mempertajam insting dan juga mengasah kecerdasan emosional kita. Sehingga diri tidak cenderung bersifat arogan dan egois. Baiklah ini dia contoh puisi tentang kesedihan yang dialami oleh salah satu pembaca BlogMamen.com:



SEDIH


Buku menangis
kala para pembaca
yang baru mencicipi sedikit ilmu
sudahmerasa lebih pintar dari Tuhannya
lalu berusaha merubah aturan pada kitabsuci
dan mencba membuat hukum sendiri
yang dirasanya lebih manusiawi
yang dianggapnya sesuai jaman kiwari
padahal dia hanya berbekal sejempit ilmu
tanpa bekal pengetahuan agama yang memadai
beraninya buat aturan sendiri
menganggap Tuhan hanya tahu masa lalu
dan ayat-ayat sucinya tidak sesuai masa kini
jadilah agama ditafsirkan sekehendak hati
tanpa landasan yang jelas untuk dikaji
malapetaka bagi seluruh negeri
bila ajaran mereka diikuti




0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen