/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Kenapa Tetangga Saya Lebih Kaya daripada saya? Inilah 5 alasannya

Mungkin sering sekali dari kita, duduk didepan kaca ruang tamu atau kamar tidur kita sambil memandangi rumah tetangga diseberang jalan sana. Kehidupan di rumah tersebut tampak lebih sempurna dibandingkan rumah kita sendiri, bagungan bagus berlantai 2, mobil mewah mengkilap, motor keren dengan CC yang besar, halaman taman depan yang tertata dengan rapih dan indah, penghuni rumah pergi liburan secara teratur ke tempat-tempat yang indah dan menyenangkan setiap tahun, dan lain sebagainya.

Tenang anda tidak sendirian, karena (jujur) secara pribadi Mamen juga terkadang mengalami hal yang demikian dan bertanya kepada diri sendiri, "Mengapa tetangga saya lebih kaya daripada saya, apa sebenarnya yang membuat beda?". Disisi lain juga kadang berfikir bagaimana mereka mendapatkan semua itu, bagaimana mereka bisa membelinya, dan sebagainya, dan sebagainya. Padahal mereka melakukan hal yang tidak jauh berbeda dengan kita sehari-hari, mereka bekerja di tempat yang tidak jauh berbeda dengan kita dengan gaji yang tidak jauh beda, mereka memiliki usaha yang sama, bahkan anak-anak mereka juga bersekolah ditempat yang sama dengan anak-anak kita. Lalu apa sebenarnya perbedaan yang mendasar  antara tetangga anda dengan anda?.  Pada postingan kali ini, BlogMamen akan berbagi dengan anda 7 alasan kenapa tetangga anda lebih kaya daripada anda.

1. Persepsi Anda adalah segalanya
Persepsi atau cara pandang yang salah tentang hidup anda sendiri, bisa jadi adalah penyebab dari semuanya. Selama ini anda melihat tetangga anda dengan mobil mewah, motor keren, bangunan bagus, tapi perlu dingat bahwa dengan apapun yang mereka miliki tidak berarti tetangga anda itu lebih kaya daripada anda. Hanya karena anda melihat mereka lebih makmur, bukan berarti mereka lebih kaya daripada anda. Bisa jadi anda hanya melihat permukaannya saja tanpa melihat dalamnya secara detail, tidak mustahil dengan barang-barang mewah yang mereka miliki, mereka juga memiliki hutang dan tagihan yang besar tiap bulannya.

2. Alokasi adalah hal yang utama
Jik anda selama ini mengalokasikan pendapatan anda dalam bentuk unit link (Asuransi plus Investasi) untuk kepentingan masa kini dan juga masa mendatang anak-anak anda, sementara tetangga anda fokus membeli barang-barang untuk hari ini saja dengan membeli mobil mewah, motor bagus, yang tampak dipermukaan untuk dilihat oleh orang lain. Dengan cara ini anda berarti anda telah memilih jalan hidup anda dengan merencanakan hari ini dan hari esok, anda memilih untuk ketenangan hidup dan pikiran. Dan sekarang anda tahu cara tetangga anda menghabiskan/mengalokasikan uang mereka.

3. Hidup mereka mungkin "plastik"
Tetangga anda mungkin pemuja barang-barang mewah, fokus cuma pada liabilitas bukan pada aset, tanpa memikirkan betapa sakitnya kepala karena harus membayar tagihan bulanan, sementara anda adalah orang yang cerdas dan sadar betapa pentingnya disiplin dalam membayar kredit. Seperti menurut Robert T Kiyosaki dalam bukunya Rich dad poor dad menjelaskan bahwa liabilitas adalah segala sesuatu yang mengeluarkan kocek dari saku kita (pengurangan), semnatara aset adalah segala sesuatu yang menambah kocek ke saku kita. Barang-barang seperti mobil, motor jika tidak produktif, maka bisa dikategorikan sebagai liabilitas, bukan aset, karena mengurangi uang dari saki kita, seperti biaya untuk perawatan, pengisian bahan bakar bensin/premium, dll.

4. Mereka mementingkan kepuasan hari ini
Tetangga anda mungkin membelanjakan uang untuk kepuasan hari ini sebagai prioritas utamanya, sementara anda tidak, anda lebih suka membangun aset, tabungan  karena menatap hari esok dan masa depan yang lebih cerah. Tetangga anda lebih senang dengan kemewahan hari ini, Hal ini bisa menjadi pola pikir penghancur untuk kekuatan finansial mereka.

5. Kematangan tentang kemewahan
 Keluarga yang dewasa secara finansial bisa berarti  melunasi rumah sementara tabungan terus bertambah. Tidak membuang-buang uang dalam bentuk liabilitas, karena ini adalah pola pikir yang salah. Fokuslah pada aset dimana akan menambah dan menambah uang pada saku anda. Ketika anda menerapkan pola hidup seperti ini, maka anda akan mengetahui, kenapa orang kaya itu makin kaya, karena kuncinya terletak pada "Aset" dan "Liabilitas".



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen