/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Pengertian Pantun Talibun dan Contohnya

Talibun adalah pantun juga, murni pantun atau disebut juga pantun talibun. Beda talibun dengan pantun biasa adalah dalam jumlah baris saja. Bila pantun biasa terdiri dari 4 (empat) baris. Maka talibun (pantun talibun) terdiri lebih dari 4 (empat)  baris, yang penting jumlah barisnya tetap genap, yaitu enam, depalan, sepuluh, dan duabelas. Kebanyakan talibun yang populer adalah enam dan delapan baris.

Talibun yang terdiri dari enam baris, maka baris-baris tersebut terdiri dari tiga baris pertama adalah sampiran, sedangkan yang tiga baris berikutnya adalah isi pantun. Bila talibun terdiri dari delapan baris, maka empat baris diatas merupakan sampiran, sedangkan yang empat baris dibawah adalah isi pantun. Begitulah seterusnya untuk yang sepuluh dan duabelas baris.

Contoh Pantun (Biasa)


Rambutan dahannya mati
mati ditimpa kelapa tua
saya sampaikan di dalam mimpi
kapan waktunya kita bersua

Pariaman dipinggir laut
orang memukat di pagi hari
hati bagai rambut kusut
karena kasih ingkar janji


Contoh Pantun Talibun


Penakik pisau seraut
ambil galah batang lintabung
selodang ambilkan niru
yang setetes jadikan laut
yang sekepal jadikan gunung
alam terkembang jadian guru

Setinggi-tinggi melanting
membumbung ke awang-awang
baliknya ke tanah jua
sehabis dahan dengan ranting
dikupas di kulit batang
teras pengubar barulah nyata

Tukang kayu mengerat paku
paku dikerat kain kasa
kain kasa pasang di papan
papan untuk pijakan lantai
meski berbeda-beda suku
juga berbeda-beda bahasa
yang penting kaga persatuan
agar hidup tenang dan damai.

Kelu paku kacang belimbing
tempurung lenggang-lenggangkan
dibawa orang ke Seruasa
bawa serta dengan sayaknya
anak dipangku kemenakan dibimbing
orang kampung dipertenggangkan
jaga kampung jangan binasa
jaga serta adat dan agamanya

Dan seterusnya sepuluh baris dan duabelas baris...


Syarat membuat Pantun Talibun

  • Jumlah barisnya selalu genap: 6,8,10, 12
  • Terdiri dari dua bagian, yaitu sampiran dan isi
  • Sajak-sajaknya silang, misal (abc-abc) atau (abcd-abcd)
  • Perumpamaannya juga seeperti pantun biasa, yaitu kepada alam dan lingkungan sekitar dan yang masuk akal.

Ciri Pantun Talibun yang baik dan kuat


Disamping memperhatikan jumlah baris dan sajaknya, untuk membuat pantun talibun yang baik dan kuat, perlu diperhatikan pula hal-hal berikut:
  • Memperhatikan jumlah suku katanya. Bila suku kata pada kalimat baris pertama (sampiran baris pertama) sembilan suku kata, maka sampiran kedua dan kalimat isi pantun pada baris ketiga dan keempat, hendaklah sembilan suku kata juga. Paling tida berselisih satu suku kata, bisa delapan atau sepuluh. Bila kalimat pada sampiran pertama berjumlah duabelas suku kata, maka kalimat pada sampiran kedua, ketiga dan keempat pada isi pantun hendaklah duabelas juga, atau paling tidak sebelas atau tigabelas suku kata.
  • Antara kalimat sampiran pertama dengan kalimat sampiran kedua, ketiga dan seterusnya hendaknya mempunyai hubungan, paling tidak jangan sampai bertolak belakang sama sekali.
  • Usahakan setiap kata yang ada ada dalam kalimat sampiran maupun dalam kalimat isi pantun sebanyak mungkin terdapat kata bersanjak sama.
  • Sampiran adalah hanya perumpamaan sebagai kalimat pembantu pengarah kepada isi, usahakan kalimat sampiran itu perumpamaannya kepada alam dan lingkungan sekitar yang nyata dan masuk akal.

Contoh Pantun Talibun Yang kuat


Kalau anak pergi ke lepau (9 suku kata)
hiyu beli belanak beli (9 suku kata)
ikan panjang beli dahulu (9 suku kata)
kalau anak pergi merantau (9 suku kata)
ibu cari saudara cari (9 suku kata)
induk semang cari dahulu (9 suku kata)

Dimana kain untuk baju (9 suku kata)
digunting tidaklah sedang (8 suku kata)
tlah dipakai baru diungkai (9 suku kata)
di mana minang akan maju (9 suku kata)
adat sejati nan tlah hilang (9 suku kata)
tiada adat nan dipakai (9 suku kata)

Tembilang tanti bertanti (8 suku kata)
tanti diambil peneruka (9 suku kata)
peneruka sawah dikajai (9 suku kata)
nan hilang dapat diganti (8 suku kata)
diganti tidak serupa (8 suku kata)
serupa tidak seperangkai (9 suku kata)

Anak raja dipulau punjung (9 suku kata)
belahan raja dari Jambi (10 suku kata)
asalnya raja keduanya (9 suku kata)
pada tuan kasih bertuntung *)tercurah (11 suku kata)
usai berniat hendak mengganti (10 suku kata)
melarat nanti apa gunanya (10 suku kata)

Pantun Talibun tersebut diatas dapat dikatakan kuat karena:

- Jumlah syarat pada setiap kalimat memenuhi syarat.
- Antara kalimat sampiran pertama dan kalimat sampiran kedua mempunyai hubungan.
- Antara kalimat sampiran pertama dan kalimat sampiran ketiga (isi pantun), banyak terdapat kata yang bersajak sama.
- Begitu juga pada kalimat sampiran baris kedua dengan kalimat isi pantun pada baris keempat
- Perumpamaannya kepada alam da lingkungan sekitar dan masuk akal.



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen