/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Kenapa Beberapa Wanita Itu Bersifat Matre? (Materialisme)

Kita sudah sering sekali mendengar istilah seperti ini terutama dikalangan para lelaki "cewek matre kelaut aje". Untuk beberapa kasus ternyata materialisme terkadang dipandang buruk di kalangan masyarakat kita. Materialisme adalah sebuah pandangan atau cara yang dipertahankan seseorang untuk bertahan hidup, itulah alasan kenapa beberapa wanita memiliki sifat materialistik atau matre. Walaupun memang pada kenyataannya sifat materialistik ini tidak hanya dimiliki oleh kaum perempuan saja, tetapi pada lelaki juga.

kenapa cewek itu matre materialsme

Yah, memang kehidupan yang penuh dengan materi dianggap sebagai kehidupan yang ideal. Rumah mewah, mobil bagus, tas bermerk, sepatu bagus, baju-baju mahal, dan lain sebagainya diyakini sapat memberikan kepuasan kepada sang pemiliknya. Tetapi pertanyaanya adalah, apakah kehidupan penuh dengan materi itu adalah memang benar-benar ideal? apakah kehidupan penuh dengan harta benda itu adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki? Jika memang demikian, mengapa orang yang kedudukannya tinggi seperti Nabi Muhammad misalnya, malah memilih hidup sederhana, atau mungkin Sidharta Gautama (Sang Buddha) yang merupakan seorang pangeran kerajaan yang memilih untuk melepaskan semua tahtanya  itu dan memilih untuk menjalani kehidupan sebagai rakyat jelata. Mamen rasa, semua pertanyaan itu layak untuk diajukan kepada diri kita masing-masing.

Pada dasarnya konsep materialisme adalah apa yang memungkinkan seseorang untuk bertahan hidup. Materi dianggap bisa memberikan seorang individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, dengan uang yang cukup. Dan oleh beberapa perempuan matre berfikir bahwa dia dapat memiliki semua itu jika dia menikah dengan lelaki yang memiliki semua materi yang dia inginkan, sehingga dia tidak perlu lagi berfikir keras untuk mendapatkan uang dan mencukupi kebutuhannya. Sebenarnya hal ini sah-sah saja, akan tetapi bisa menjadi salah jika alasan utama seorang wanita menikahi seorang lelaki karena alasan materi bukan karena cinta yang tulus kepada lelaki tersebut.

Masyarakat menganggap bahwa sifat atau karakteristik matre ini dianggap rendah dan salah, namun apakah memang betul demikian?. Ternyata beberapa ilmuwan keberatan jika ada orang yang beranggapan atau berteori bahwa wanita itu adalah makhluk yang matre, ternyata menurut ilmuan sifat matre itu memang suatu kebutuhan biologis yang dikendalikan oleh hormon dan gen. Hal tersebut berpendapat bahwa wanita memiliki bakat alamiah tertentu untuk melihat sesuatu kedepan lebih jauh dan sensitif dibandingkan dengan pria, menentukan secara individu bahwa tidak hanya dirinya sendiri yang harus dipenuhi kebutuhan hidupnya secara materi tapi sluruh keluarganya (suami dan juga anak-anaknya kelak).

Jika anda adalah seorang wanita, mungkin anda bisa menganggap hal itu benar adanya, bahwa seorang laki-laki harus memiliki kemampuan untuk menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup keluarga yang dibangunnya dan menciptakan kehidupan keluarga yang ideal. Tetapi beberapa orang berpendapat bahwa sifat matre ini memang jauh dari konsep ilmiah, bahwa beberapa wanita yang ambisius sangat kuat untuk mengejar materi dari lelaki yang berharta yang seolah-lah dia kelaparan akan materi memang tidak dapat dibenarkan sama sekali.

Tetapi kembali lagi ke konsep dasar mengapa seorang wanita itu bersifat materialistik, al itu disebabkan karena memang kebutuhan dasar manusia pada beberapa kondisi. Bayangkan dunia ini tanpa materi? akan apa jadinya, karena sebenarnya kita semua ini tercipta dari materi. Materialisme berkaitan dengan uang, dan uang berkaitan untuk memenuhi kebutuhan hidup, untuk membayar tagihan bulanan, membeli rumah, membeli makanan, dan hal ini tidak berarti bahwa mereka ini adalah egois tetapi karena instinct dasar yang dimilik oleh seorang wanita untuk melihat masa depannya.

Dari uraian diatas, sobat bisa menyimpulan sendiri apakah cewek matre itu memang wajar adanya dan dapat diterima oleh akal sehat, atau memang tsalah sama sekali? Mamen tidak akan memberikan kesimpulan yang "Final". Apapun opini sobat tentang cewek matre, semuanya Mamen serahkan kepada diri sobat masing-masing. Tetapi  setidaknya sobat memiliki gambaran dengan membaca artikel diatas.



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen