/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Pidato Tentang Puasa (Shaum) 6 hari pada bulan Syawal

Beberapa saat yang lalu baru saja kita telah meninggalkan bulan suci Ramadhan. Ramadhan tidak hanya bulan yang akan selalu dirindukan tetapi juga dinantikan oleh umat Islam diseluruh dunia, betapa tidak banyak sekali keutamaan dan berkah yang kita dapat dibulan suci tersebut. Pada bulan tersebut, pahala dilipatgandakan, apapun yang kita kerjakan (sejauh itu adalah kebaikan) semuanya bernilai ibadah di mata Alloh, termasuk tidur. Dan sekarang tibalah bulan Syawal, hari Raya lebaran dimana kita sebagai umat Islam merayakan hari kemenangan setelah 1 bulan lamanya kita berpuasa, menahan lapar, menahan haus, dan juga menahan segala bentuk amarah agar kita menjadi insan yang lebih baik lagi.

Bagi umat Islam, bulan Ramadhan ibarat sebuah latihan agar kita pada bulan-bulan selain Ramadhan dapat senantiasa berpilaku seperti bulan Ramdhan. Jadi jangan sampai selepas bulan Ramadhan, kita menjadi "liar" lagi dan melakukan berbagai kemaksiatan, kan sayang kalau ternyata kita tidak menjadi pribadi yang lebih baik lagi selepas itu, akan terasa percuma jika kita tidak mengambil hikmah dan manfaat dari bulan suci tersebut. Termasuk sekarang ini,pada bulan syawal yang mana kita selaku umat Islam di sunnah kan untuk menjalankan puasa/shaum selama 6 hari dibulan Syawal ini. Puasa 6 hari pada bulan syawal ini juga bagus sekali dari sisi kesehatan Fisik dan mental, karena setelah 1 bulan lamanya kita menahan lapar dan haus, pada bulan Syawal ini perut (lambung) kita juga harus melakukan latihan untuk tidak memakan makanan sekaligus karena mentang-mentang banyak hidangan, karena akibatnya lambung kita akan menjadi kaget jika kita makan makanan sekaligus. Bahkan menurut salah satu Hadist Rosulullah juga puasa 6 hari pada buan Syawal pahalanya sama dengan melakukan puasa selama 1 tahun penuh. Bukan kah ini adalah suatu yang luar biasa bagi kita umat Islam?

Nah kali ini Mamen akan sharing dengan anda salah satu contoh pidato yang berkaitan dengan 6 hari menjalankan puasa pada bulan Syawal ini. Pidatonya sih singkat dan padat, dan tidak bertele-tele. Tetapi mudah-mudahan walaupun wingkat tidak mengurangi faedah akan isi yang akan disampaikan. Baiklah, ini dia contoh pidato islami tentang puasa/shaum 6 hari pada bulan Syawal:



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hadirin sekalian yang berbahagia, dalam kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita terlebih dahuu memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas karunia nikmat dan hidayah-NYA sehingga kita sekalian bisa hadir di majelis ini dengan tiada halangan apapun.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa menjalankan ajaran Islam dengan tepat.

Hadirin sekalian yang berbahagia.
Ketia Ramadhan berlalu meninggalkan kita terasa sedih sekali. Bulan yang penuh berkah, rahmat, dan maghfirah atau pengampunan ini dimana segala amal ibadah kita dilipatgandakan oleh Allah SWT pahalanya ini tidak dapat kita temukan diwaktu-waktu lain diluar Ramadhan. Dan bahkan didalam salah satu hadits Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa jika orang-orang tahu tentang keutamaan-keutamaan yang ada dibulan Ramdadhan itu maka mereka akan mengharapkan sepanjang tahun itu menjadi bulan Ramadhan.

Alkisah dizaman Rasulullah SAW, para sahabat bersedih karena ditinggalkan oleh Ramadhan. Didalam kesedihan itu Rasulullah SAW beri kabar gembira oleh Jibril bahwa ada shaum (puasa) sunnah yang dapat dilakukan di bulan Syawal yang pahalanya tidak kalah hebatnya, dan Rasulullah pun menyampaikan kabar gembira ini kepada para sahabat dan semenjak itu dimulailah tradisi Puasa (Shaum) Syawal selama 6 hari yang biasanya dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat sejak haru ke-2 Syawal hingga 6 hari.

Redaksi hadits diatas disampaikan oleh Abu Ayub Al-Ansari r.a. ia berkata: "Rasulullah bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikutinya puasa itu dengan 6 hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa 1 tahun" (HR Muslim).

Sahabat.. bagi ita yang merasa sangat sedih ditinggalkan Ramadhan, hal ini merupakan obat pelipur lara yang pahala yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung sama dengan berpuasa selama 1 tahun (yang mungkin kita tidak sanggup melakukannya).



Hadirin yang dimuliakan Allah,
Demikianlah yang dapat kami sampaikan pada majelis hari ini. Atas segala kesalahannya kami mohon maaf. Semoga apa yang telah kami sampaikan dapat kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Akhiru kalam.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen