/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Kumpulan Contoh Pantun Dagang

Kumpulan contoh pantun dagang - Para pemirsa blog mamen, Pantun dagang isinya cocok buat anak muda jaman sekarang ini Blog mamen sengaja membuat kumpulan beberapa pantun dagang ini, Untuk para pembaca stia blog mamen yang seneng pantun ataupun seneng mengkoleksi pantun-pantun, Kumpulan pantun yang blog mamen tulis ini walaupun judulnya adalah pantun dagang tetapi banyak yang isinya adalah tentang anak muda dan tentunya banyak makna - makna perjuangan seorang anak muda yang ingin meraih suksesnya. Nah, Makanya bagi kalian- kalian yang masih muda ini juga bisa jadikan curahan hati lewat pantun karena pantun dagang ini cukup banyak mewakili anak muda sekalian.
Blog mamen sendiri tidak hanya menyediakan kumpulan contoh pantun dagang, Tetapi banyak juga jenis-jebis pantun yang sengaja blog mamen tulis, Oleh karena itu untuk kalian yang gemar dengan pantun atau yang suka mengkoleksi jenis-jenis pantun silahkan saja dateng ke blog ini !!

Berikut inni adalah kumpulan Pantun dagang yan blog mamen tulis :

Pantun dagang

Tudung saji hanyut terapung
hanyut terapung di air sungai
Niat hati hendak pulang kampung
apa daya tangan tak sampai


Dari malakake negri pahang
sindah di kendal beli kuini
Saya ini dagang menumpang
mengharap belas oranng disini


Pukul gendang kulit biawak
Sedikit tidak berdentum lagi
Hendak kemana untung ku bawa
Sedikitpun tidak beruntung lagi

Gedang-gedang kay di rimba
Sikeduduk degung berdegung
Kadang-kadang hatiku iba
setiap saat duduk termenung

Berlari-lari ke kayu sepat
disana tempat sarang belalang
berlari-lari mencari obat
obat dapat nyawa tlah hilang

Meninjau padi telah masak
batang kapas bertimbal jalan
hati risau di bawa gelak
bagai panas mengandug hujan

Bukit puisi bukit berderai
Tanahnya liat berbatu-batu
Walau kini badan bercerai
tapi tidak berlama-lama

Berdentum tentang omabk purus,
berdentum tentang pariaman
Dimana badan takkan kurus
anak delapan yang di tanggugkan

Kalu tidak tahu di rumah raja
lihatlah pandan yag berduri
Kalau tidak tahu di untung hamba
dapat petang habis pagi

Ada di timba bandar padang
biuluk juga yang tertimba
Ada di tiru yag di orang
yang buruk jua yang bersua

Usah ditimpa bandar padang
makin ditimpa makin keruh
usah di cinta anak dagang
makin di cinta makin jauh

Kapal perak pendayung perak
nakhoda dari tanah jawa
Berbapak tidak beibu pun tidak
kemana untung akan di bawa

Apa direndang di kuali
Beras siarang belum masak
Apa di pandang kepada kami
Emas kurang bangsa pun tidak

Orang menampi di halaman
anak raja pergi ke tungkai
Tuan hendak pergi jalan
hamba tak suka di tinggalkan

Berlari-lari bukanlah kijang
pandan tersandar di ujungnya
Bernyanyi-nyanyi bukanlah girang
badan tersadar di untungnya

Kalau begini tara papan
ke barat juga condongnya
Kalo begini nasib badan
Melarat juga kesudahanya

Singkarak kota tinggi
sumanip mendadap dulang
Awan berarang hamba tangisi
badan jauh di rantau orang

Kalau terkeang orang di jambi
mati kesturi dalam kaca
Kalau terkenang jantung hati
tidur bersulam air mata

Tidak tudung selubuk ini
tudung saji dari seberang
tidak untung seburuk inu
Kemana pergi di benci orang

Si kujur di dangung - dangun
jatuh sedahan selaranya
Belum di anjur telah tertarung
alamat badan akan celaka

patutlah runtuh rumah lama
Atap tlah lama tak berganti
Nasib tiba di badan hamba
Awak tlah tua belum berbini

Jangan di sangka mudah bertembakau
meracik mengahmpai pula
janga di sangka mudah merantau
sudah bersakit merasai pula

Guruh petir menuba limbat
pandan terjemur di seberang
tujuh ratus ramuan obat
badan bertemu makanya senang

Orang padang mandi ke gurun
mandi bergosok daun lada
hari petang matahri turun
dagang berurai air mata

Apakah sifat pada bulan
bulan terang di rindu pungguk
Apakah daya hamba tuan
angan lalu paham tertumbuk

Lagu lama indah bertuah
nyanyi irama empat perempat
makan tidur jadi tak betah
kiranya hati telah terpikat

Dendang indah dengarlah sayang
lagu lama kami nyanyikan
harap di burung sedang terbang
baru dapat mematuk tangan

Lagu indang di tengah malam
lagu ini dendang orang lama
Ciko di sangka burung balam
Sangkar berukir di rompaknya

Bernyanyi indang bersama-sama
Tua dan muda petang dan pagi
Burung ciko bayak ulahnya
Lengah awak memutus tali

Tengah hari memetik kapas
kapas tanam dengan bijinya
Sangkar selesai burung lepas
tanganlah penuh dengan bulunya

Orang memukat ikan tamban
Mati tenggiri kena tuba
Selagi nyawa di kandung badan
mati dan kaya belum kucpba

Kalau tidak tahu bunga kesumba
lihatlah bunga matahari
Kalau tidak tahu di untung hamba
lihatlah laut di petang hari

Kapal berlayar di tengah samudera
Anak jepiting di balik batu
Apa di harap kepada hamba
diriku misikin yatim piatu

Raup cempaka dalam ketiding
lapuk terjemur di atas karang
hidup umpama pancuran kering
orang haus baru terkenang



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen