/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Contoh Puisi Tentang Kehidupan Karya Kahlil Gibran

Jika Anda adalah orang yang bergerak di dalam dunia keusastraan pastinya Anda kenal dengan seorang Kahlil Gibran, (jika anda tidak tahu siapa Kahlil Gibran keterlaluan sekali..hehe). Yah, banyak sekali karya-karya yang melegenda yang berasal dari seorang Kahlil Gibran. Diantaranya adalah pusis-puisinya dengan berbagai judul, salah satunya yang berjudul "Kehidupan". Memang banyak sekali judul puisi yang dikeluarkan oleh Kahlil Gibran yang bikin takjub para penikmat puisi.

Pada kesempatan kali ini Mamen akan berbagi dengan Anda para pembaca setia BlogMamen contoh puisi hasil karya Kahlil Gibran tentang kehidupan, yang mana puisi ini menggambarkan tentang sebuah makna dan tujuan hidup manusia didunia ini, pada beberapa puisinya tentang kehidupan Kahlil Gibran mengibaratkan bahwa hidup ini ibarat sebuah cermin, bahwa ketika kita tersenyum, maka cermin pun tersenyum, ketika kita marah, maka cerminmun memantulkan diri kita yang sedang marah. ketika kita sedang gembira, maka cermin pun memantulkan kegembiraan kita, ketika sedang menangis, maka si cerminpun menggambarkan diri kita yang sedang menangis, ketika kita sedang tertawa, dan si cermin pun tertawa. Yah, memang hidup kita itu adalah sebuah cermin, selalu memantulkan apapun yang diberikan oleh Tuannya.


KEHIDUPAN

Engkau dibisiki bahwa hidup adalah kegelapan
Dan dengsn prnuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan
Padamu penuh kebimbangan
Kuwartakan padamu bahawa hidup adalah
kegelapan jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti
pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong bila tidak
diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan kecuali disertai
Cinta
Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu
Dengan wujudkan kamu,
wujud manusia lain dan wujud Tuhan


CERMIN DIRI

Jika sifat kalkulatif mutualisme
membuat kau jauh dariku...
Berarti pemahaman individualismu
masih teramat dangkal...
aku benar-benar kecewa soal itu..
percuma mulutku berbui sampai robek
kau takkan pernah paham maksudku...
Dan jika kalturalismasih mengikat kuat
Di dalam pikiranmu
Sampai mampus pun kau takkan bisa terima aku...!
Kau seperti kaum Ortodox yang selalu ingin menempatkan
Egomu diatas altar penyembahan itu...
Slalu ingin disanjung
seperti anak kecil yang dicolok
Permen kemulutnya...
Jika egomu diperolok
Mukamu merah menyala bagai api...
Dasar manusia ortodox...!!



1 Komentar :

Oslo Hudlege mengatakan...

Nice site. Thank you for sharing

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen