/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Contoh Pantun Tentang Perceraian (Perpisahan)

Pantun perceraian - Perpisahan atau perceraian adalah yang kenangan sangat pahit bagi semua orang yang pernah megalami perceraian, Terbukti dengan banyak nya orang yang bunuh diri,gila dsb, itu membuktikan sangatlah sulit hati kita untuk menerima bila perceraian/perpisahan itu terjadi pada kita, gimana sih yah perasaanya ketika seperti itu ??hehe pastilah sakiit yah.

para pembaca setia blog mamen taukan pastinya kalo manusia hidup di dunia ini di takdirkan untuk berpasang-pasangan, jadi hidup di dunia ini kita sebagai manusia harus hidup berpasang-pasangan agar kita bisa saling melengkapi kekurangan kita, Nah karena itu perceraian itu adalah salah satu hal tidak di sukai Allah Swt.

kalo kata saya Ngapain sih yah harus bercerai ?Kan mungkin dulunya bisa bersatu kaya gitu karena perasaan saling mencintai pastinya, tapi kenapa yah kalo mereka saling mencintai kenapa harus bercerai? koq, jadi bingung sendiri sih??hehe
udah ah daripada ngebahas soal perceraian malah jadi tambah pusing, mendingkan blog mamen akan sharing lagi nih tentang pantun, tetapi sekarang pantun yang akan blog mamen sharingkan ialah Pantun tentang perceraian.
Silahkan baca di bawah ini :

Sinangis lauk rang tiku
diatur dengan duri pandan
Menangis tegak dipintu
Melepas kanda kan berjalan.

Antara tiku dan pariaman
Disitu besi di letakan
Antara pintu dan halaman
disitu adik saya tinggalkan

Permata jatuh ke rumput
Jatuh ke rumput bilang-bilang
Sungguh dimata sudah luput
namun di hati takkan hilang

Dua tiga kucing berlari
tidak serupa sikucing belang
Dua tiga dapat di cari
tidak serupa dengan yang hilang

Ramai pekanya orang talu
ramai di anak orang kajai
Diana hati takkan rindu
sedang bersayang badan bercerai

Kalau dapat kelapa timbuh
Kutanam di bawah jenjang
Kalau dapat kata yang sungguh
Kugenggam ku bawa pulang

Sejak meningg pohon waru
banyaklah rumput pada mati
Dinda mendapat kawan baru
Kanda ditinggal seorang diri

bertolak biduk menuju deli
Di tengah laut jangan meludah
Hendak menangis tak sanggup lagi
air mataku keringlah sudah

Ditumis sayur bayam
ditumis dalam kuali
Menangis karena dendam
yang pergi tdak kembali

Tebarkan jala di laut lepas
menjala ikan di siang hari
relakan saja kasih di lepas
kalau jodoh datang sendi
ri

ketimun buah ketimun
disimpan didalam peti
melamun jangan melamun
melamun sedih sendiri



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen