/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Cara Meramalkan Perjodohoan Berdasarkan Tanggal Lahir Primbon Jawa

Sampai saat ini Mamen percaya bahwa hal-hal seperti kematian, jodoh, kecelakaan merupakan rahasia Sang Pencipta, tidak ada satu manusia pun yang tahu pasti kapan dan dimana kejadiannya. Mungkin walaupun ada manusia yang "sok" mengetahui, mereka cuma bisa meramalkan dan memperkirakannya saja, dan bukan sesuatu yang pasti, hal ini seperti dari buku yang Mamen baca tentang primbon perjodohan, ternyata konon katanya bahwa perjodohoan itu bisa dihitung yakni berdasarkan tanggal lahir.

Baca Juga: Ramalan Zodiak untuk mengetahui Watak - Pekerjaan - Jodoh


Tentunya setiap manusia tidak akan bisa lari dari jodoh. Jika jodohnya tersebut sudah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Esa, maka jodoh itu semakin mengejar kemana orang itu berada. Sehingga ada pepatah yang mengatakan "Kalau sudah jodoh takkan lari kemana." sangat mengena sekali, dan itu merupakan suatu kata siratan, tetapi pepatah itu sendiri muncul ke dalam diri seseorang ketika waktunya sudah datang.

Ada beberapa cara-cara yang dilakukan oleh orang untuk menghitung perjodohan, yang mana cara-cara tersebut harus dilakukan secara benar dan tidak boleh sembarangan, karena hal ini menentukan calon pendamping hidup seseorang, harus ada hitung-hitungannya. Mengapa antara jodoh dan hitungan tidak boleh dipisahkan dalam mempengaruhi hidup berumah tangga?. Jawabannya karena keduanya tersebut dibuat patokan dalam menentukan sebuah perkawinan. Tujuannya adalah agar yang bersangkutan terhindar dari bencana-bencana yang mempengaruhi hidup berumah tangga.

Untuk mengetahui perhitungan-perhitungan dalam jodoh, yaitu dengan cara menghitung antara neptu wanita dan neptu laki-laki kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan 7 (tujuh). Neptu adalah penjumlahan antara HARI + PASARAN, Sisa dari perhitungan tersebut baru dapat diketahui nantinya akan baik atau buruk bagi pasangan yang akan berumah tangga.

1. Hari

- Sabtu = 9
- Ahad = 5
- Senen = 4
- Selasa = 3
- Rabu = 7
- Kamis = 8
- Jumat = 6


2. Pasaran

- Pahing = 9
- Pon = 7
- Wage = 4
- Kliwon = 8
- Legi = 5


Contoh Menghitung perjodohan berdasarka hari lahir (pasaran)
Pengantin wanita lahir pada : Kamis Wage
Pengantin pria lahir pada : Sabtu wage
- Kamis wage neptunya : 12
- Sabtu Wage neptunya : 13
- Jumlah : 25

Lalu jumlah 25 dibagi dengan 7 = 3 sisa 4, maka jatuh pada hitunga SUMUR SINABA

Sementara itu untuk mengetahui perjodohan tersebut, adalah sebabagai berikut:


  • Hitungan bersisa 1 (satu) adalah WASESA SEGORO artinya perjodohannya kelak akan dapat mnjadikan wibawa bagi mereka.
  • Hitungan bersisa 2 (dua) adalah TUNGGAK SEMU artinya perjodohannya kelak akan dapat dengan mudah mencari sandang dan pangan.
  • Hitungan bersisa 4 (empat) adalah SUMUR SINABA artinya perjodohannya kelak akan dapat dijadikan sebagai panutan bagi orang-orang sekitarnya.
  • Hitungan bersisa 5 (lima) adalah SATRIA WIRANG artinya perjodohannya kelak akan banyak penderitaan.
  • Hitungan bersisa 6 (enam) adalah BUMI BERPETAK artinya perjodohannya kelak akan sering mendapat cobaan yang membuat aib (malu).
  • Hitungan bersisa 7 (tujuh) adalah LEBU KETIUP ANGIN.



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen