/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Contoh Pidato Untuk Acara Syukuran Rumah Baru

Ketika seseorang telah berhasil dan mencapai impiannya dengan membeli rumah baru, tentunya kita bisa menggambarkan beta senang dan bahagia hatinya, sebagai tanda terima kasih kepada sang Kuasa karena seseorang itu telh berhasil membeli rumah, maka banyak orang mengadakan syukuran atas rumah yang baru ditempatinya itu. Dengan harapan bahwa rumah baru itu bisa mendatangkan lebih banyak berkah, barokah, serta rezeki yang berlimpah kepada sang pemilik rumah. Betapa tidak dalam kehidupan seseorang, mendapatkan rumah adalah sesuatu yang besar yang dialami oleh seseorang dalam hidupnya. Maksud Mamen adalah begini, sepanjang hidup kita mungkin bisa saja kita puluhan atau bahkan ratusan kali membeli sebuah baju/pakaian atau barang-barang lain, tetapi biasanya rumah itu adalah transaksi yang didapatkan satu kali seumur hidup, sehingga akan sangat wajar apabila seseorang tersebut mengadakan syukuran untuk bertasyakur kepada Yang Maha Kuasa atas rezeki yang telah ia terima.

Jika anda adalah orang yang akan menyampaikan sebuah pidato pada acara syukuran penempatan rumah baru, mungkin contoh pidato dibawah ini bisa dijadikan sebagai rujukan atau setidaknya untuk mendapatkan gambaran tetang isi materi pidato pada sebuah acara syukuran karena telah mampu membeli rumah baru. Ini dia conth pidatonya:


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Hadirin yang berbahagia
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada kita sekalian. Sehingga pada hari ini kita bisa menghadiri acara tasyakuran guna bersyukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kami akan bisa menempati rumah baru kami.

Shalwat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabat serta segenap pengikut beliau hingga akhir zaman nanti.

Hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah SWT,
Allah SWT berfirman: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersukutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu dan Bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" (QS. 4:36).

Ayat diatas tadi mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik dengan tetangga kita selain dengan orang tua kita sendiri. Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar dan 'Aisyah r.a bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda "Selalu Jibril berpesan kepadaku supaya baik terhadap tetangga, hingga aku mengira kalau-kalau diberi hak waris (disini terlihat begitu pentingnya berbuat baik terhadap tetangga).

Bahkan Rasulullah pun pernah mewasiatkan kepada sahabatnya (Abu Dzarr r.a) untuk memperbanyak kuah jika memasak sesuatu demi untuk membagikannya dengan tetangganya. Sementara di hadits lain Rasulullah SAW menyatakan bahwa ketika memasak dan jika baunya sampai ke tetangga, maka kita wajib membagi makanan kepada tetangganya tersebut.

Dari Abu Hurairah ra berkata: Bersabda Rasulullah SAW: "Demi Allah tidak beriman, Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman". Ditanya: "Siapakah ya Rasulullah?", Rasulullah menjawab: "Ialah orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya" (HR Bukhari & Muslim). Dihadits lain Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentan apa salah satunya yang membuat seseorang masuk Surga.

Dan Rasulullah pun menjawab yaitu seseorang yang baik dengan tetangganya. Lantas sahabat bertanya tentang bagaimana yang dikatakan aik itu. Rasulullah saw segera menjawab: "Tanyakan sendiri pada tetanggamu, apakah menurut mereka engkau baik terhadap mereka" (HR Baihaqi).

Saudara sekaliah, akhirnya kami mohon maaf atas semua kekurangan dalam menyampaikan tutur kata ini. Dan kami brharap bisa menjadi tetangga yang baik bagi saudara-saudara sekalian. Semoga bermanfaat. Akhir kata Ihdinas Shirotol Mustaqim.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen