/*----END HEADER Floating----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START Adsense----*/ /*----END Adsense----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Contoh Pidato untuk Acara Pernikahan atau Perkawinan

Anda dipercaya untuk memberikan pidato pada sebuah acara pernikahan/perkawinan? Anda bingung bagaimana melakukanya? atau Anda tidak peraya diri?. Jika Anda sebelumnya tidak pernah sama sekali memberikan pidato pada acara perkawinan, bersyukurlah karena Anda adalah orang yang dipilih dan dipercayai oleh yang punya hajat untuk menyampaikan pidato tersebut. Jika ini memang yang pertama kali bagi Anda, maka Anda harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya. Rasa grogi pada saat akan menyampaikan sebuah pidato pasti akan muncul, tapi jangan terlalu dibesar-besarkan, yang terpenting adalah Anda harus fokus kepada isi materi pidato tersebut dengan tips melakukan persiapan pidato dan berlatih sebaik mungkin.


Sedikit berbeda dengan pidato pada acara ulang tahun, pidato pada sebuah acara pernikahan/perkawinan ini lumayan sedikit panjang, tapi juga tidak bertele-tele. Yang penting poin-poin pidato semuanya Anda kuasai secara bagus dari mulai Pendahuluan, isi, dan penutup . Baiklah inilah contoh pidato pada acara pernikahan atau perkawinan:


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin sekalian yang berbahagia, dalam kesempatan yang berbahagia ini dan kedua mempelai yang berbahagia, marilah kita terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas karunia nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita sekalian bisa hadir diacara pernikahan saudara (sebutkan nama mempelai pria) dengan saudari (sebutkan nama mempelai wanita) ini dengan tiada halangan apapun. Dan semoga kedua mempelai nantinya diberikan kebahagiaan dan ketentraman dalam rumah tangganya nanti. Amin.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa menjalankan ajaran islam dengan tepat.

Hadirin sekalian dan kedua mempelai berdua yang berbahagia, menikah berarti menyatukan dua insan yang berbeda. Berbeda ciri fisik, berbeda pemikiran, berbeda pendapat, dan lain sebagainya yang disatukan dalam sebuah hubungan pernikahan. Maka dari itu Nabi besar Muhammad SAW menganjurkan bagi siapapun muslimin atau muslimat yang sudah akil balegh dan merasa "mampu" untuk menikah maka segera menikahlah. Namun bagaimana yang belum mampu? Nabi SAW menyarankan untuk berpuasa atau melakukan aktivitas yang positif.

Didalam sebuah rumah tangga, tugas kedua mempelai adalah memelihara iman, ibadah, akhlak mulia, perilaku yang benar, tradisi yang baik dan suri tauladan yang tinggi. Tugas seorang ayah dan ibu adalah bekerja sama, bahu membahu dalam mewujudkan tugas tersebut, karena dalam pernikahan bukanlah sebatas untuk menyalurkan sy@hwat dan mencari kesenangan semata. Pondasi awal yang harus dibangun didalam rumah tangga adalah memilih pasangan yang benar-benar memiliki tingkat beragama yang benar dan ketaqwaannya. Karena dengan inilah, kita akan memperoleh buah yang bagus.

Allah SWT Berfirman,
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan idzin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya tumbuh merata." (Al-a'raf 58)

Dengan buah yang bagus akan lahir generasi-generasi yang suci, cerdas, tangguh, pemimpin yang bukan malah menjadi mangsa musuh-musuhnya. Dalam sebuah Hadits yang berbunyi,.."..Wanita dinikahi karena 4 hal yaitu: hartanya, keturunanya, kecantikan, dan agamanya. pilihlah wanita yang mempunyai agama niscaya kamu akan mendapatkan semuanya"...

Hadirin sekalian dan kedua mempelai yang berbahagia.
Nabi menyarankan bahwa pernikahan yang berkah adalah pernikahan yang didasari agama. Pernikahan dengan didasari hal ini, akan menjadikan dirinya pilot yang mengerti arah dan tujuan didalam pernikahannya tersebut. Laki-laki yang beragama, mengetahui tujuan hidup pernikahannya, begitu juga istri yang sholehah, mengetahui kemana ia akan melangkah hidup. Sehingga dengan kombinasi yang sepadan ini, pernikahan akan dapat dijalani dengan tenang dan tentram, karena masing-masing telah menjadi pilot dan co-pilot yang tangguh.

Saudaraku sekalian yang kami cintai, demikian uraian pidato ini. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhir kata Ihdinas shirotol Mustaqim.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen