/*----END HEADER Floating----*/ /*----START HEADER Floating----*/
/*----END HEADER Floating----*/

Contoh Pantun Berkenalan Lengkap Terbaru 2012

Pantun adalah warisan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan di budayakan. Sejak jaman dulu Bangsa Indonesia identik karena budi pekertinya yang luhur yang disegani bangsa lain di dunia, salah satunya adalah dengan berpantun. Berpantun adalah simbol keramah tamahan, dan simbol sosial yang bisa mendekatkan masyarakatnya, termasuk jika kita hendak berkenalan dengan orang yang baru akan kita kenal. Alangkah lebih baik jika berkenalan dengan berpantun untuk menyanjung orang yang akan kita ajak kenalan. Dibawah ini adalah contoh-contoh Pantun berkenalan yang bisa dijadikan rujukan bagi Anda yang sedang mencari ide-ide untuk berpantun.

Belah-belah si kayu jati,
lebat buahnya kelapa puan,
Sudah lama pendam di hati
hendak kenalan dengan puan.
(puan = Perempuan)


Apa dipandang kepada bumi,
bumi ciptaan Tuhan Kuasa,
Apa dipandang kepada kami,
bangsa kurang harta tiada


Apa dikata kepada ikan,
sisik punya sirip pun ada.
Apa dikata kepada puan,
bangsa punya harta pun ada.


Rambutan lebat buahnya,
dikirim orang dalam peti.
Pantun saya dalam maksudnya,
tuan pikir di dalam hati.


Memang sengaja pergi melapun,
pergi melapun berjiran-jiran.
Berucap saya di dalam pantun,
dalam berpantun ada tujuan.


Mati kelapa digirik kumbang,
sedihlah petani melihatnya.
Bunga di taman lagi berkembang,
saya berniat memetiknya.


Makan kerak tambah pun kerak,
kerak penganan minum kopi.
Dari jauh terlihat galak,
apa maksud di dalam hati.


Kalau masak buah pepaya,
pepaya di petik hari pagi.
Kalau boleh hamba bertanya,
siapa nama adik ini.


Bukan cempedak tidak enak,
orang meramu yang tak pandai.
Bukan kami tidak mau gelak,
orang Melayu yang tak pandai.


Anak orang pulau Andalas,
pergi berlayar ke kota tua.
Biar habis biarlah tandas,
hatiku senang apa dikata.


Cina tua berdagang peti,
menyimpan telur didalam talam.
Cinta membara di dalam hati,
ingat tuan siang dan malam.


Menyimpan telur di dalam talem,
talam buatan negri Cina.
Ingat tuan siang dan malam,
makan tak enak tidur tak lena.


Satu tiga delapan empat,
Kalau begitu salah bilangan.
Saya cari keliling tempat,
baru sekarang kelihatan.


Ramai orang di tengah pekan,
orang muda menjual manggis.
Ingin hati mengenal tuan,
siapa gerangan si hitam manis.


Tuan soleh kemendur baru,
atap di rumah si Berahim.
Pilih oleh tuan salah satu,
sayang akan baju buang kain.


Dari Deli hendak ke Berandan,
singgah sebentar di Deli tua.
kalau boleh kita kenalan,
baju merah siapa nama.


Singgah sebentar di Deli tua,
orang memancing ikan tamban.
Sungguh lancang abang bertanya,
menganggu gadis di jalanan.


Hilir raga mudik pun raga.
singgah sebentar di Kuala Jangkal.
Abang muda adik pun muda,
apa salah kita mengenal.


Tanam tebu pinggir tegalan
memasak nasi di tempat kemah.
Kalau abang ingin berkenalan
silakan saja datang ke rumah.


Kalau ada kaca dipintu
kaca batu enghias rumah
kalau ada kata begitu
abang segera datang ke rumah.


Dari mana mau ke mana
dari Jepun ke Bandar Cina
kalau boleh saya bertanya
adik manis siapa namanya


aDari mana mau kemana
dari jepun ke Bandar Cina
kalau boleh saya bertanya
adk manis siapa yang punya


Dari Jepun ke Bandar Cina
anak elang mati dipanah
adik manis saya bertanya
bolehkah saya datang ke rumah


Kain batik terbang menirap
undung-undung di tanah bayang
melihat adik darah tersirap
badan terasa terbayang-bayang


Sarinah duduk di pintu
memakai kain dengan kebaya
wahai abang jangan begitu
saya sudah ada yang punya


Orang Solok pergi membelut
pulang ke rumah di hari petang
Di mulut singa lagi kurebut
Konon pula ditangan orang


Kaca ada kaca di pintu
kaca di depan saya pecahkan
kalau abang kata begitu
nyawa dan badan saya serahkan


Kalau boleh kirim-berkirim
belahan betung kukirimkan
kalau boleh kirim-berkirim
belahan jantung kukirimkan


Kiri jalan kanan pun jalan
tengah-tengah kembang melati
kirim jangan pesankan jangan
kalau rindu datang sendiri


Anak ikan dimakan ikan
ikan tenggiri di dalam laut
sanak bukan saudara bukan
hanya budi bersangkut paut


Anak ikan dimakan ikan
ikan di laut berduri-duri
sanak bukan saudara bukan
sangkut paut hanyalah budi


Anak orang di Padang Tarap
bersunting bunga durian
Hamba diberi kata harap
bagai digunting perhatian



0 Komentar :

Poskan Komentar

Copyright ©2014 Blog Mamen